Rabu, 30 Juni 2010

Komoditi Penambangan Rakyat Sepanjang Pantai Pameungpeuk


Pantai selatan Kabupaten Garut yang berhadapan dengan Samudera Hindia, kekayaan laut, dan pantai, sangat beraneka ragam yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan serta dapat mendatangkan keuntungan bagi daerah disekitarnya antara lain pasir besi, bahan galian, rumput laut, dan kerang.

Potensi alam yang berasal dari laut dan pantai di Perairan Pameungpeuk belum dapat diolah sepenuhnya, diperkirakan baru 15% karena belum didukung oleh berbagai sarana. Panjang pantai selatan Kabupaten Garut sekitar 72 kilometer yang terdiri dari 6 kecamatan yaitu Kecamatan Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Pakenjeng, Bungbulang, dan Caringin.
Dalam perkembangan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Garut Cilauteureun merupakan sentra dari keempat Tempat Pendaratan Ikan (TPI) yang tersebar di pantai selatan Garut dengan jumlah armada penangkapan motor (KM) 15 unit, motor tempel 168 unit dan perahu tanpa motor 13 unit. Selain TPI Cilauteueureun terdapat pula TPI Cimari, Rancabuaya dan Sancang (diluar daerah selidikan).


Latar Belakang
Pantai selatan Kabupaten Garut yang berhadapan dengan Samudera Hindia, kekayaan laut, dan pantai, sangat beraneka ragam yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan serta dapat mendatangkan keuntungan bagi daerah disekitarnya antara lain pasir besi, bahan galian, rumput laut, dan kerang.
Potensi alam yang berasal dari laut dan pantai di Perairan Pameungpeuk belum dapat diolah sepenuhnya, diperkirakan baru 15% karena belum didukung oleh berbagai sarana. Panjang pantai selatan Kabupaten Garut sekitar 72 kilometer yang terdiri dari 6 kecamatan yaitu Kecamatan Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Pakenjeng, Bungbulang, dan Caringin. Dalam perkembangan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kabupaten Garut Cilauteureun merupakan sentra dari keempat Tempat Pendaratan Ikan (TPI) yang tersebar di pantai selatan Garut dengan jumlah armada penangkapan motor (KM) 15 unit, motor tempel 168 unit dan perahu tanpa motor 13 unit. Selain TPI Cilauteueureun terdapat pula TPI Cimari, Rancabuaya dan Sancang (diluar daerah selidikan).
Tatanan geologi di kawasan pantai selatan umumnya dan wilayah pesisir Perairan Pameungpeuk, Garut Selatan khususnya sangat beragam, di bagian dasar lautnya terdapat palung atau jalur tumbukan antara kerak benua dan kerak samudera yang masih aktif dan memiliki energi gelombang yang cukup besar (Alzwar, M., 1992). Sesuai dengan informasi yang telah disampaikan oleh BAPPEDA TK II Kabupaten Garut tentang salah satu prioritas kebijaksanaan wilayah pesisir Garut Selatan adalah bahan galian, pengembangan sarana Pelabuhan Nelayan serta sektor pariwisata.
Geometri pantai primer selatan Jawa sangat dipengaruhi oleh tatanan struktur geologi regional seperti adanya subduksi (subduction). Pantai curam (cliff/rocky head land, steep-slope beaches), pantai berpasir yang terdiri atas pantai kantong pasir (sandy pocket beaches), pantai Perairan (embayment beaches) merupakan ciri umum pantai selatan Jawa.

Letak dan Luas Daerah Penyelidikan
Letak daerah selidikan secara administratif berada di sekitar Kecamatan Pameungpeuk, Kecamatan Cikelet, Kecamatan Pakenjeng dan Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat. Daerah tersebut merupakan perairan terbuka yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia. Secara geografis berada di dalam koordinat 107°26’ – 107°45’ BT dan 7°28’ – 7°44’ LS.

Metoda Penyelidikan
Pemetaan Geologi sepanjang pantai perairan Pameungpeuk dan sekitarnya yaitu megukur elemen-elemen pantai yang meliputi pengukuran dan pengamatan penampang pantai (beach profile) serta pengambilan contoh sedimen pantai (beach sediment). Berdasarkan ciri relief, litologi dan karakteristik garis pantainya.
Metoda pemboran tangan dipakai untuk pengambilan contoh tanah guna mendapatkan keterangan mengenai tanah meliputi jenis tanah dan sifat-sifat fisisnya serta untuk mengetahui ketebalan lapisan sedimen di kawasan daratan pantai. Peralatan pemboran tangan yang digunakan merk EIJELKAMP/COBRA terdiri dari : Stang bor, Penyambung, Stang T, Mata Bor Riverside, Mata Bor Edelman, Mata Bor Gut, Mata Bor Spiral, Mata Bor Tabung,

Hasil Penyelidikan.
Kawasan pesisir Perairan Pameungpeuk terdiri atas batuan sedimen tua dimana batuan tersebut bisa digunakan penduduk sebagai komoditi penambangan untuk menambah penghasilan penduduk setempat dan kas daerah. Batuan tersebut berupa breksi dan batugamping serta terumbu karang. Batuan sedimen ini terdapat di bagian barat daerah selidikan, mulai dari Cilayu sampai Cimangke.
Di bagian daratan pesisir bentang alam yang tersusun oleh batuan sedimen ini terdiri atas perbukitan dengan relief tinggi, kecuali dari Cilauteureun relief rendah. Di daerah pameungpeuk ditemukan batu permata hitam, batugamping, pasir besi titan. Batuan andesit-basalt, sebagai hasil kegiatan gunungapi yang banyak tersebar di daerah ini obsidian, perlit serta tras dan batuapung.
Endapan aluvial berupa pasir lebih dari 80% menempati kawasan pesisir Perairan Pameungpeuk. Pantai berpasir datar yang terbentang mulai dari pantai Cilauteureun menerus sampai Citanggaleun hingga Cilayu. Endapan aluvial ini terdiri atas pedataran (coastal plan) ber-resistensi rendah terhadap abrasi, dan pantai lurus (long beaches) dengan kemiringan (beach slope) antara 50 hingga 200. Pasir besi titan, sebagai endapan pantai tersebar di daerah Pameungpeuk sampai Bungbulang Selatan, Selain itu pasir sedimennya banyak mengandung magnetit, ilmenit dan pirit sebagai hasil sulfidisasi sebagai akibat terobosan batuan diorit kuarsa.
Gumuk pasir merupakan produk dari rezime angin (media), Ada 3 faktor yang mempengaruhi terbentuknya gumuk pasir:
•Material pasir yang cukup
•Media angin yang berenergi cukup
•Fetch yaitu jarak yang dibutuhkan oleh angin untuk mencapai energi maksimum pembentukan gumuk, dalam hal ini jarak tersebut merupakan dataran pasir yang luas.


Pantai dengan gumuk pasirnya lebih dari satu yaitu pada lokasi Darmaga dan Sayangheulang memanjang dari Sungai Cipelebuh sampai Sayang heulang, sehingga telah terjadi beberapa kali pengendapan gumuk pasir. Gumukpasir di Sayang heulang dari hasil pengukuran penampang mempunyai lebar 420 meter dengan tinggi gumuk pasir 28 meter dan 26 meter, sedangkan pengukuran gumuk pasir di Cipelebuh mempunyai lebar 460 meter dengan tinggi bervariasi yaitu 22 meter, 18 meter dan 14 meter. Gumukpasir ini telah ditambang oleh penduduk setempat sebagai pasir urug dan bahan bangunan.

Dari korelasi 13 bor tangan di daerah selidikan dapat diketahui bahwa sedimen pasir di daerah selidikan terdiri dari:
•Pasir hitam, ukuran butir halus-sedang, lepas, mengandung magnetit yang sangat besar (10,318%),. Dengan kedalaman antara 0,65 meter sampai 2 meter, terdapat pada BPM-7, dan BPM-8, Sumber dari batuan adalah Formasi Bentang yang ditransport melalui Sungai Cikarang dan Ciseureuhan.
•Pasir coklat. Ukuran butir pasir sedang-kasar, lepas dengan kandungan magnetit yang sedikit (0,1763%), pecahan cangkang moluska (10%), terdapat pada BPM-1, 2, 3, 4, 9, 10, 12. dengan kedalaman bervariasi antara 1 meter sampai 2 meter, mendominasi hampir seluruh daerah selidikan. Dengan kemungkinan batuan dasar adalah dari formasi Jampang yang terdiri dari breksi andesit dan batugamping yang tertranspor melalui sungai-sungai ke pantai serta pengaruh sedimen laut.
•Pasir putih, ukuran butir sangat halus-halus, lepas mengandung pecahan terumbu karang dan cangkang moluska, terdapat pada 2 lokasi.
•BPM-5 dengan kedalaman 2,5 meter yang diselingi pasir coklat pada kedalaman 80 cm – 120 cm. Sedimen ini berasal dari Formasi Jampang yang dipengaruhi oleh sedimen laut.
Dari korelasi data bor dapat diketahui bahwa pasir mulai dari S. Cipelebuh sampai Rancabuaya dengan kedalaman berkisar antara 60 cm sampai 300 cm, dan secara setempat terdapat singkapan terumbu karang dan breksi. Secara umum terumbu karang terdapat di bawah satuan pasir tetapi dibeberapa tempat pasir terdapat di atas breksi dan terumbu terdapat diantara pasir dan breksi. Kenyataan ini menunjukkan bahwa breksi tersebut kemungkinan berasal dari formasi andesit tua.

Kesimpulan
Penambangan rakyat yang dijumpai berdasarkan pemetaan sepanjang pantai cukup melimpah yaitu:
•Di daerah pameungpeuk ditemukan batu permata hitam, batugamping, pasir besi titan.
•Batuan andesit-basalt, sebagai hasil kegiatan gunungapi yang banyak tersebar di daerah ini digunakan untuk keperluan bahan bangunan dan fondasi jalan raya.
•Obsidian dan perlit sebagai bahan industri dan ornamen.
•Tras sebagai endapan hasil pelapukan tuf kaca dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan batako.
•Batuapung sebagai bahan industri atau bangunan.
•Batugamping digunakan penduduk untuk bahan pembuatan kapur.
•Endapan sungai seperti pasir dan lempung terutama dari rombakan batuan vulkanik, untuk bahan bangunan dan pengeras jalan.
•Pirit sebagai hasil sulfidisasi sebagai akibat terobosan batuan diorit kuarsa.
•Pasir besi titan, sebagai endapan pantai tersebar di daerah Pameungpeuk sampai Bungbulang Selatan.

Ucapan Terima Kasih.
Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada K. Budiono, A. Faturrachman, D. Arifin, C. Purwanto, Y. Noviadi, M. Yosi Atas kerjasamanya selama di lapangan sampai selesainya tulisan ini

Daftar Pustaka
Alzwar, M., 1992, Peta Geologi Lembar Pameungeuk, Jawa Barat, PPPG, Bandung
Bemellen, van., 1949. The Geology of Indonesia, Vol. !A. The Hague Marhnus
Nijhuf.
Dolan, R. Hayde,B.P. Hornberger, G. Zieman, 1972, Classification of the Coastal
Environments of the Word.I, The Americas.
Whitten, D.G.A., Brooks, J.R.V., 1982, The Pinguin Dictionary of Geologi, Pinguin Books Ltd., Harmondsworth, Middlesex, England.

Sumber :
 Deny Setiady
http://www.mgi.esdm.go.id/content/komoditi-penambangan-rakyat-sepanjang-pantai-perairan-pameungpeuk-jawa-barat




1 komentar: